TAUBAT SAAT RAMADHAN

By admin 09 May 2021, 21:02:33 WIB Artikel Dosen
TAUBAT SAAT RAMADHAN

Ngaji Ramadhan 28:

TAUBAT SAAT RAMADHAN

Oleh: Syamsul Arifin, S.Pd.I


(Mahasiswa Pascasarjana STAIMA Al-Hikam Malang)

Kemuliaan ramadhan patut menjadi perhatian penting bagi kita semua, karena bulan ini terdapat Rahmat, ampunan, dan pembebasan dari api neraka. oleh karenanya penting untuk bertaubat dan kembali kepada Allah SWT. Taubat ini menjadi pesan yang sangat penting untuk dikaji dan dilakukan oleh kita semua mulai detik ini (sejak anda membaca artikel ini), mari bersama kita bertaubat kepada Allah SWT.

Merujuk keterangan dalam kitab Riyadu al-Shalihin karya syaikh al-Islam Abi Zakariya’a Yahya bin Syarofin an-Nawawi. Para ulama’ mengatakan, taubat hukumnya wajib bagi tiap individu dari setiap dosa, kesalahan, kelalaian, kesembronoan dan lain lain yang mengandung ma’shiyyat.

 

  KULIAH S1 STAIMA AL-HIKAM

 

Apabila dosa tersebut antara hamba dan penciptanya dan tidak berhubungan dengan manusia (haqq al-adami), maka cara taubatnya ada 3 (tiga) syarat:

1. Berhenti dan meninggalkan dosa (ma’shiyyah)

2. Sangat menyesal atas perbuatan dosanya

3. Bertekat untuk tidak mengulangi perbuatan dosa lagi.

Tiga syarat tersebut harus diterapkan agar taubatnya diterima. Jika ada salah satu dari tiga syarat tersebut dilalaikan, maka taubatnya tidak sah dan namanya bukan taubat tapi tomat (mari tobat kumat-istilah jawa) artinya setelah taubat ma’shiyat atau berbuat dosa kambuh lagi.

 

  DAFTAR DAN KULIAH S2 GRATIS KLIK DISINI

 

Adapun jika dosa tersebut hanya berhubungan dengan sesame anak adam (haqqul al-adami), maka cara taubatnya ada 4 (empat) syarat, yaitu tiga syarat diatas dan ditambah satu syarat lagi:

1. Berhenti dan meninggalkan dosa (ma’shiyyah)

2. Sangat menyesal atas perbuatan dosanya

3. Bertekat untuk tidak mengulangi perbuatan dosa lagi

4. Meminta maaf terhadap orang yang kita dhalimi, mengembalikan harta yang mungkin pernah kita ambil dengan cara tidak halal, atau meminta dihalalkan jika kita tidak mampu mengembalikannya.

Banyak sekali dalil dalil al-Qur’an taupun al-Hadits Rasulullah saw tentang perintah dan keutamaan bertaubat diantaranya:

 

Firman Allah swt:

وَأَنِ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ يُمَتِّعْكُمْ مَتَاعًا حَسَنًا إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى وَيُؤْتِ كُلَّ ذِي فَضْلٍ فَضْلَهُ وَإِنْ تَوَلَّوْا فَإِنِّي أَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ كَبِيرٍ

Aerinya: “Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada-Nya. (jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberikan kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya. jika kamu berpaling, Maka Sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa siksa hari kiamat”. (Q.S. Huud : 3)

Dan juga dalam Firman Allah swt:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحًا عَسَى رَبُّكُمْ أَنْ يُكَفِّرَ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ يَوْمَ لَا يُخْزِي اللَّهُ النَّبِيَّ وَالَّذِينَ آَمَنُوا مَعَهُ نُورُهُمْ يَسْعَى بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَبِأَيْمَانِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا أَتْمِمْ لَنَا نُورَنَا وَاغْفِرْ لَنَا إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang mukmin yang bersama dia; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan: “Ya Rabb Kami, sempurnakanlah bagi Kami cahaya Kami dan ampunilah kami; Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (Q.S. al-Tahriim : 8)

Sabda Rasulullah saw antara lain:

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا أَيُّهَا النَّاسُ تُوبُوا إِلَى اللَّهِ فَإِنِّي أَتُوبُ فِي الْيَوْمِ إِلَيْهِ مِائَةَ مَرَّةٍ

Rasulullah saw bersabda: “Wahai manusia bertaubatlah kepada Allah swt, sesungguhnya aku bertaubat setiap hari seratus kali” (HR. Muslim)

Sangat banyak dalil dalil al-Qur’an taupun al-Hadits Rasulullah saw yang tidak bisa kami tulis disini agar tidak terlalu panjang.

Marilah saudaraku seiman kita bertaubat mulai detik ini dan jangan sampai lambat. Ingat, rahmat dan ampunan Allah swt sangat luas. Jangan putus asa, dan selalu ingat untuk bertaubat.

 

Didetik-detik akhir ramadhan tahun ini, marilah kita berdo'a semoga Allah memberikan kita Rahmat, kita mendapat ampunan Allah SWT, dan semoga dosa kita dimaafkan serta Allah menerima seluruh amal ibadah kita, aamiiin

 


Tulis Komentar

Tuliskan Komentar anda dari akun Facebook Anda