Profil Kampus




A. PROFIL PONPES AL-HIKAM MALANG       

Pesantren Mahasiswa Al Hikam resmi berdiri pada 17 Ramadan 1413 bertepatan dengan 21 Maret 1992. Sebagai pelopor pesantren khusus mahasiswa, Al Hikam ingin menjadi lembaga pendidikan Islam yang mampu   memadukan   dimensi   positif   perguruan   tinggi   yang menekankan pada ilmu pengetahuan dan teknologi dengan dimensi positif pesantren yang akan menjadi wahana penempaan kepribadian dan moral yang benar berdasarkan nilai-nilai Islam.       Awal berdirinya pesantren Mahasiswa Al-Hikam digagas oleh KH. A. Hasyim Muzadi. Sebagai ulama, ia merasa memiliki tanggung jawab berkhidmat pada umat seperti yang dipesankan oleh para gurunya. Ada tiga dasar pemikiran utama kenapa Pondok Pesantren Mahasiswa harus terwujud:   

1. Alasan Romantisme 

Indonesia yang mayoritas penduduknya muslim, menuntut ilmu di pondok pesantren sudah menjadi  tradisi di masyarakat. Namun   perkembangan   dan   tuntutan   era   modern,   telah mengubah referensi di kalangan keluarga muslim sendiri dalam memilih lembaga pendidikan. Pondok pesantren yang sudah terbukti  mampu  melahirkan  tokoh-tokoh  besar  lambat  laun dianggap sebagai lembaga pendidikan yang sudah tertinggal zaman   sehingga   sekolah-sekolah   umum   berubah   menjadi primadona. Fenomena seperti ini rupanya juga dirasakan dalam keluarga Hasyim Muzadi sendiri.  Oleh karena itu, ia merasa memiliki tanggung jawab untuk menggagas sebuah pesantren yang akan menjadi wadah penggemblengan ilmu agama dan juga melahirkan genarasi yang memiliki peran di berbagai bidang untuk menjawab kebutuhan era modern seperti sekarang. Hingga akhirnya trandasi pendidikan pondok pesantren pun terus berlanjut dan berkembang.   

2. Alasan Stategis 

Hasyim  Muzadi  yang  sangat  aktif  dalam  berbagai  bidangtermasuk  dalam  dunia  pendidikan,  politik,  dan  organisasi masyarakat paham betul terhadap kondisi di Indonesia. Lulusan Perguruan Tinggi sudah barang tentu akan menempati posisi-posisi   strategis   di   dalam   mobiltas   zaman   baik   dalam pemerintahah maupun di sektor-sektor lain. Para lulusan ini perlu dibekali pengetahuan agama yang matang sehingga ketika menjalankan amanah dan peran sesuai bidang masing-masing, tidak keluar dari syariat agama Islam. Itulah kenapa santri dari kalangan  mahasiswa  menjadi  target  sasaran  Pesantren  Al Hikam. Dan harapannya, Al Hikam mampu melahirkan penerus bangsa yang mempunyai integritas keislaman dan keilmuan yang baik.   

3. Alasan Akademik

 Perpaduan antara ilmu pengetahuan dan ilmu agama merupakan salah satu tujuan Hasyim Muzadi untuk mendirikan Pesantren Mahasiswa. Untuk mewujudkan gagasan tersebut, harus tercipta lingkungan  belajar  yang mendukung  di  mana  santri  akan mendapat   pengajaran   ilmu   agama   yang   selalu   memiliki relevansi dengan ilmu pengetahuan yang didapatkan santri dari perguruan tinggi masing-masing.     

Sebagai langkah awal dalam mendirikan pesantren, Hasyim Muzadi yang pada waktu itu terkenal sebagai aktivis organisasi Nahdlatul Ulama dan mubaligh, merintis pengajian rutin pada setiap Jumat yang dilakukan secara bergantian dari rumah ke rumah. Pada tahun 1984, bersama dengan masyarakat Jantisari di atas tanah wakaf keluarga M. Cholil Alwi, ia membangun surau kecil yang nantinya akan menjadi pusat pembinaan keagamaan.       

Kegiatan keagamaan yang dirintis dan dibina Hasyim Muzadi di mushola kecil yang diberi nama At Taubah berjalan lancar dan mendapat respon positif dari warga masyarakat Jantisari dan sekitarnya. Pada tahun 1986, pamong desa Tulusrejo H. Nachrowi mewakafkan tanahnya seluas 800 meter persegi untuk pembangunan masjid. Dan pembangunan masjid akhirnya selesai pada tahun 1989 dan diberi nama Al-Ghazali.       

Ketika masjid sudah berdiri, Hasyim Muzadi melanjutkan kegiatan pengajian rutin yang digelar setiap malam Ahad dan malam Kamis. Jamaah yang hadir pun semakin banyak termasuk dari warga Jantisari, Bantaran, Bukirsari, Kendalsari dan Karang Tengah. Khusus malam Kamis, dilaksanakan dengan istigosah yang berlanjut hingga sekarang.  Seiring berjalannya waktu, semakin besar pula kepercayaan  masyarakat padanya. Dan, cita-cita  Hasyim Muzadi mendirikan pesantren mendapat dukungan besar dari masyarakat.       

Setelah   itu   disepakati   bersama-sama   panitia   untuk   membentuk yayasan  yang  akan  menjadi  sentral  semua  program  yang  akan dikembangkan. Maka pada tanggal 3 Juli 1989, resmi berdiri Yayasan Al-Hikam. Yayasan ini bergerak dalam tiga bidang garapan; pertama, Majlis Ta’lim dan Dakwah; kedua, Pengembangan Sumber Daya Manusia; ketiga, Pesantren Mahasiswa Al Hikam sebagai garapan utama.       

Pada awal berdiri, Al-Hikam hanya menerima santri dari kalangan mahasiswa perguruan tinggi non-agama di Malang. Sejak tahun 2003, Al   Hikam   mulai   menampung   santri   lulusan   pesantren   salaf trandisional dari seluruh pelosok negeri untuk dididik dalam Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hikam atau Ma'had Aly Al-Hikam. Adanya perbedaan latar belakang santri ini kemudian dikenal istilah santri „pesma untuk santri yang mukim di pondok tapi kuliahnya di luar dan santri „mahad aly untuk santri yang mukim dan kuliah di Al Hikam. Maka dengan ikhtiyar ini, diharapkan akan terwujud komunikasi antara ilmu agama dan ilmu pengetahuan dalam „learning society’ yang tercipta di tengah-tengah pondok pesantren Al Hikam.