TUJUH DAMPAK DOSA DAN MAKSIAT

By admin 15 Apr 2021, 13:23:13 WIB Artikel Dosen
  TUJUH DAMPAK DOSA DAN MAKSIAT

Ngaji Ramadhan 4:         

TUJUH DAMPAK DOSA DAN MAKSIAT

Rosidin

(Dosen Pascasarjana STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malalng)

          Sebagai persiapan menyongsong datangnya bulan suci Ramadhan, hal utama yang penting untuk dilakukan adalah meninggalkan perbuatan dosa dan kemaksiatan. Apalagi berdasarkan penelusuran terhadap al-Qur’an, Hadis dan literatur keIslaman, setidaknya dijumpai tujuh dampak perbuatan dosa dan maksiat.

          Pertama, Membuat pelakunya berat untuk beribadah. Ada seorang laki-laki bertanya kepada Hasan al-Bashri: “Wahai Abu Sa’id, sesungguhnya aku tidur tidak terlalu malam. Aku ingin melaksanakan shalat malam dan sudah mempersiapkan air wudhu, namun aku tidak berhasil melaksanakannya. Apa sebabnya?” Hasan al-Bashri menjawab: “Dosa-dosamu telah mengikatmu”.

          Kedua, Menyeret pelakunya untuk kembali melakukan dosa dan maksiat. Allah SWT berfirman dalam Surat al-Syura [42]: 30, “Dan balasan keburukan adalah keburukan sejenisnya”. Abu al-Hasan menafsiri ayat ini: “Dosa terkemudian adalah balasan atas dosa terdahulu”.   

          Ketiga, Mendatangkan kehinaan, merusak akal, memperlemah fisik, dan yang paling berat adalah membutakan mata hati. Dalam Hadis riwayat Abu Hurairah RA, Nabi SAW bersabda: “Sesungguhnya seorang hamba itu, ketika melakukan suatu dosa, maka muncul noktah hitam di hatinya. Jika dia taubat, melepaskan diri dari dosa dan beristighfar, maka hatinya kembali jernih. Jika dia mengulangi dosa, maka hatinya semakin berkarat”. Hasan al-Bashri berkata: “Dosa yang terus diikuti dengan dosa-dosa lain, dapat menutupi hati, bahkan mematikan hati. Jika hati manusia sudah mati, maka si pemilik tidak dapat memperoleh manfaat apapun dari hatinya”. Dari sinilah bermunculan manusia-manusia kejam, bengis, dan tak berperikemanusiaan. 

 

  DAFTAR DAN KULIAH S2 GRATIS KLIK DISINI

 

          Keempat, Melemahkan kemampuan intelektul dan membuat ilmu sulit meresap ke dalam hati. Sebagaimana perkataan Imam Syafi’i: “Aku mengadu kepada guruku Waki’ terkait buruknya hafalanku; lalu beliau membimbingku agar meninggalkan maksiat. Beliau berkata: ‘Ketauhilah bahwa ilmu adalah cahaya Ilahi; sedangkan cahaya Ilahi itu tidak diberikan kepada orang yang bermaksiat’”.

          Kelima, Dapat menghalangi seseorang memperoleh rezeki dan mengurangi jatah umur. Dalam Hadis riwayat Imam Ahmad RA: “Sesungguhnya seseorang terhalang dari rezekinya, sebab dosa yang dilakukannya”. Dalam Hadis lain, “Dosa-dosa itu mengurangi (jatah) usia”.

          Keenam, Dapat menghalangi turunnya hujan, timbulnya musim paceklik, sulitnya perekonomian dan kesewenang-wenangan penguasa. Dalam Sunan Ibnu Majah, Ibn ‘Umar RA meriwayatkan Hadis bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Tidaklah suatu kaum melakukan korupsi takaran dan timbangan, kecuali mereka ditimpa siksa musim paceklik, sulitnya perekonomian dan kesewenang-wenangan penguasa”.

          Ketujuh, Dapat mendatangkan bahaya dan azab, baik di dunia maupun akhirat. Dalam al-Qur’an dijelaskan bahwa kaum Tsamud ditimpa azab, dikarenakan perbuatan dosa mereka yang menyembelih unta Nabi Shalih (Q.S. al-Syams [91]: 14). Sedangkan orang yang tidak menjalankan shalat lima waktu dan tidak peduli terhadap kaum fakir-miskin, diancam menjadi penghuni neraka saqar (Q.S. al-Muddatstsir [74]: 72-74).

 

 


Tulis Komentar

Tuliskan Komentar anda dari akun Facebook Anda