TINGKATAN IBADAH MALAM LAILATUL QADAR

By admin 07 May 2021, 21:37:07 WIB Artikel Ilmiah
TINGKATAN IBADAH MALAM LAILATUL QADAR

Ngaji Ramadhan 26:

TINGKATAN IBADAH MALAM LAILATUL QADAR

Syamsul Arifin

Mahasiswa Pascasarjana STAIMA Al-Hikam Malang

Sebagaimana diketahui pada pembahasan sebelumnya (ngaji Ramadhan ke-23) tentang pentingnya meningkatkan ibadah pada sepuluh malam terakhir dibulan Ramadhan, karena pada malam-malam terakhir ini menjadi salah satu penentuan apakah selama bulan Ramadhan tahun ini kita bisa menjadi lebih baik atau tidak. Terlebih, pada hari-hari ini merupakan salah satu malam yang kemungkinan besar adalah malam lailatul qadr.

Penulis juga telah menyinggung tentang kemuliaan dan keistimewaan lailatul qadr pada ngaji ramadhan ke-20 tentang surat al-Qadr. Sehingga malam lailatul qadr layak menjadi salah satu waktu yang sangat kita harapkan. Lalu, apakah kita bisa mendapatkan lailatul qadr? Tentu sangat bisa, karena terdapat beberapa kategori ibadah yang sangat mudah dilakukan untuk dilakukan sehingga kita layak mendapatkan lailatul qadr, misalnya dengan setiap hari atau malam untuk shalat jama’ah, berdzikir, dan shalat malam.

  DAFTAR DAN KULIAH S2 GRATIS KLIK DISINI

Ketika menginginkan bertemu dengan lailatul qadar maka hendaknya mencari dengan cara menghidupkannya pada malam-malam ramadhan. Rasulullah SAW bersabda

من قام ليلة القدر إيمانا واحتسابا غفرله ما تقدم من ذنبه

"Barangsiapa menghidupkan lailatul qadar karena iman dan berharap rido Allah SWT, maka akan diampuni dosa-dosa yang telah lalu". HR Bukhari Muslim

Adapun menghidupkan lailatul qadar ada tida tingkatan, pertama: menghidupkan dengan shalat, kedua: dengan dzikir, dan tingkatan ketiga: dengan Isya' berjamaah dan subuh berjamaah. Penulis kutip keterangan dari kitab Nihayah al-Zain

ﻭﻣﺮاﺗﺐ ﺇﺣﻴﺎﺋﻬﺎ ﺛﻼﺛﺔ ﻋﻠﻴﺎ ﻭﻫﻲ ﺇﺣﻴﺎء ﻟﻴﻠﺘﻬﺎ ﺑﺎﻟﺼﻼﺓ ﻭﻭﺳﻄﻰ ﻭﻫﻲ ﺇﺣﻴﺎء ﻣﻌﻈﻤﻬﺎ ﺑﺎﻟﺬﻛﺮ ﻭﺩﻧﻴﺎ ﻭﻫﻲ ﺃﻥ ﻳﺼﻠﻲ اﻟﻌﺸﺎء ﻓﻲ ﺟﻤﺎﻋﺔ ﻭاﻟﺼﺒﺢ ﻓﻲ ﺟﻤﺎﻋﺔ

  KULIAH S1 STAIMA AL-HIKAM

 

Adapun menghidupkan lailatul qadar ada tiga tingkatan, tingkatan paling utama: menghidupkan malamnya dengan shalat, tingkatan menengah: menghidupkan sebagian besar malamnya dengan dzikir, dan tingkatan paling rendah dengan shalat isya' berjamaah dan subuh berjamaah.

Merujuk pendapat tersebut, tentu menjadi salah satu pelajaran penting bagi kita untuk terus berusaha menjadi pribadi yang takwallah dan menjadi pribadi yang lebih baik lagi dan lagi, bahkan kita terus berupaya menjadi pribadi yang lebih baik setelah 30 hari berpuasa dibulan suci ini.

 

Semoga semua amal ibadah kita diterima Allah SWT dan semua kesalahan kita diampuni oleh Allah SWT, aamiin

 


Tulis Komentar

Tuliskan Komentar anda dari akun Facebook Anda