QUNUT

By admin 29 Apr 2021, 20:13:02 WIB Artikel Ilmiah
QUNUT

Ngaji Ramadhan 18:

Qunut di Paruh kedua Ramadhan

Oleh. Nur Maulidiyah

Calon Mahasiswi Pascasarjana STAIMA Al-Hikam Malang

 

            Memasuki paruh kedua bulan Ramadhan sebagian umat Islam melaksanan sholat witir seusai sholat tarawih disertai dengan bacaan qunut. Dalam bahasa Arab, kata “qunut” berasal dari kata “qanata” yang memiliki beberapa makna yaitu tunduk, diam, taat, berdiri lama, doa dan khusyuk. Disebutkan pula dalam Qs. Ar-Rum : 26 makna dari kata “qunut” adalah tunduk “Dan milik-Nya lah apa yang ada di langit dan di bumi. Semuanya hanya kepada-Nya tunduk”. Sedangkan menurut istilah qunut adalah do’a yang dibaca umat muslim dalam sholat.

            Qunut dalam sholat witir dibaca setelah memasuki separuh kedua bulan Ramadhan atau pada 15 Ramadhan malam ke 16 Ramadhan. Umumnya umat Islam melaksanakan sholat witir ketika bulan Ramadhan sebanyak 3 rakaat, dalam pelaksanaannya qunut ini dibaca pada rakaat terakhir sholat witir, setelah rukuk atau pada waktu iktidal sebelum sujud.

 

DAFTAR DAN KULIAH S2 GRATIS KLIK DISINI

 

            Membaca qunut witir menurut jumhur ulama’ adalah sesuatu yang di syariatkan, namun ada beberapa perbedaan pendapat dalam hukumnya. Berdasarkan perspektif Imam 4 Madzhab (Imam Syafi’i, Imam Maliki, Imam Abu Hanifah, dan Imam Ahmad bin Hanbal) masing-masing memiliki pandangan yang berbeda seputar qunut witir ini. Menurut Madzhab Syafi’i, “Qunut disunnahkan setelah bangkit dari ruku’ pada rakaat kedua sholat shubuh, begitupula pada rakaat terakhir dari sholat witir pada separuh terakhir dari bulan Ramadhan” (Raudlah Al-Thalibin I/93). Pendapat ini bersumber dari riwayat Abu Dawud dan Baihaqi bahwasanya Umar menyuruh Ubay bin ka’ab mengimami sholat tarawih dan beliau menyuruhnya untuk melakukan qunut pada pertengahan Ramadhan yang di mulai pada malam 16 Ramadhan.  

            Madzhab Maliki, menganggap qunut witir ini tidak di syariatkan dan hukumnya makruh di kerjakan. Hal ini didasarkan kepada riwayat Ibnu Umar yang tidak membaca qunut pada semua sholat sunnah. Menurut Madzhab Maliki, qunut yang ada hanyalah saat sholat subuh dan naziilah. Kalangan Madzhab Hanafi, berpendapat qunut dalam sholat witir dibaca sepanjang tahun, tidak hanya pada bulan ramadhan saja. Tata caranya dengan membaca takbir sambil mengangkat kedua tangan, lalu membaca do’a qunut. Hal ini didasarkan pada pendapat imam Ali yang melihat Nabi memulai dengan takbir terlebih dahulu sebelum membaca qunut. Sedangkan menurut Madzhab Hanbali sebagaimana Madzhab Hanafiyah – berpendapat bahwa qunut witir ini tidak hanya dilakukan pada bulan ramadhan saja, tetapi di baca sepanjang tahun. Namun untuk waktu membacanya madzhab ini sama dengan Madzhab Syafi’i, yaitu sesudah bangkit dari rukuk, apabila dibaca sebelum ruku’ madzhab ini juga memperbolehkannya.

 

https://staima-alhikam.ac.id/berita-pendaftaran-mahasiswa-baru-stai-mahad-aly-al-hikam-20212022.html

 

            Amalan yang sebaiknya tidak ditinggalkan setelah melakukan shalat witir adalah membaca wirid lalu berdoa. Berikut ini bacaan wirid dan doanya :

سُبْحَانَالْمَلِكِ الْقُدُّوْسِ  (×۳) سُبُّوحٌ قُدُّوسٌ رَبُّنَا وَرَبُّ الْمَلاَئِكَةِ وَالرُّوحِ

” Maha suci Tuhan yang Merajai lagi Maha Suci (3x). Maha suci tuhan kami, tuhan para malaikat dan malaikat Jibril”

أَشْهَدُ أَنْ لآَ إِلَهَ إِلاَّ اللهْ أَسْتَغْفِرُ اللهَ

“Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan yang disembah melainkan Allah. Aku memohon ampun kepada-Nya.”

﴿×٣ ﴾   نَسْأَلُكَ رِضَاكَ و الْجَنَّةَ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ سَخَطِكَ وَالنَّارِ •

“ Wahai Tuhanku, sesungguhnya aku memohon ridhoMu dan surga. Dan aku berlindung kepadaMu dari siksa api neraka (3x)”


اَللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفَوٌّ كَرِيمْ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنَّا  (×٣)  يَا كَرِيم •

“Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan Maha Mulia yang menyukai permintaan maaf, maka ampunilah kami (3x). Wahai dzat yang Maha Mulia”

Setelah selesai membaca wirid kemudian di akhiri dengan do’a berikut :

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ إِيْمَانًا دَائِمًا، وَنَسْأَلُكَ قَلْبًا خَاشِعًا، وَنَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَنَسْأَلُكَ يَقِيْنًا صَادِقًا، وَنَسْأَلُكَ عَمَلاً صَالِحًا، وَنَسْأَلُكَ دِيْنًا قَيِّمًا، وَنَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ، وَنَسْأَلُكَ تَمَامَ الْعَافِيَةِ، وَنَسْأَلُكَ الشُّكْرَ عَلَى الْعَافِيَةِ، وَنَسْأَلُكَ الْغِنَى عَنِ النَّاسِ. اَللَّهُمَّ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا صَلاَتَنَا وصِيَامَنَا وَقِيَامَنَا وَتَخَشُّعَنَا وَتَضَرُّعَنَا وَتَعَبُّدَنَا، وَتَمِّمْ تَقْصِيْرَنَا يَا اَللَّهُ، يَا اَللَّهُ، يَا اَللَّهُ، يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ، سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

“Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Ya Allah! Sesungguhnya kami memohon kepada-Mu iman yang tetap, kami memohon kepada-Mu hati yang khusyu’, kami memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, kami memohon kepada-Mu keyakinan yang benar, kami memohon kepada-Mu amal yang shaleh, kami memohon kepada-Mu agama yang lurus, kami memohon kepada-Mu kebaikan yang banyak, kami memohon kepada-Mu ampunan dan afiat, kami memohon kepada-Mu kesehatan yang sempurna, kami memohon kepada-Mu syukur atas kesehatan, dan kami memohon kepada-Mu terkaya dari semua manusia. Wahai Allah, Tuhan kami! Terimalah dari kami shalat kami, puasa kami, shalat malam kami, kekhusyu’an kami, kerendahan hati kami, ibadah kami, Sempurnakanlah kelalaian (kekurangan) kami, wahai Allah, wahai Allah, wahai Allah, wahai Zat Yang Paling Penyayang di antara para penyayang, Semoga rahmat Allah tercurahkan kepada sebaik-baik makhluk-Nya, Muhammad, keluarga dan sahabatnya semua, dan segala puji milik Allah, Tuhan semesta alam.”

 

وَاللَّهُ اَعْلَمُ بِالْصَّوَابِ ־ ־

 

  AKSES YOUTUBE CHANEL PASCASARJANA

 

 


Tulis Komentar

Tuliskan Komentar anda dari akun Facebook Anda