MINUM OBAT PENUNDA HAID

By admin 07 May 2020, 14:10:00 WIB Artikel Ilmiah
MINUM OBAT PENUNDA HAID

Ngaji Ramadhan 15

MINUM OBAT PENUNDA HAID

Syamsul Arifin

Mahasiswa Pascasarjana STAIMA Al-Hikam Malang

 

 

Ramadhan merupakan bulan yang di dalamnya bertebaran kebaikan, pahala berlipat ganda, terutama harapan meraih lailatul qadar yang kebaikannya lebih baik dari seribu bulan (kira-kira sama dengan delapan puluh tiga tahun lebih) tentunya kaum muslimin berlomba-lomba ingin mendapatkan kebaikannya dengan melaksanakan ibadah-ibadah seperti shalat, baca al-Qur'an, i'tikaf dan lain-lain.

 

Namun sebagian besar kaum wanita tidak bisa maksimal berpuasa dan menjalankan ibadah di bulan ramadhan karena udzur syar'i seperti haid, nifas. Sehingga sebagian orang menanyakan bagaimana hukum mencegah haid dengan obat supaya dapat menikmati ibadah di bulan ramadhan? Berikut kutipan komisi fatwa Dar al-Ifta' Mesir yang kami copas dari web resminya dengan nomor fatwa 3571 tahun 2011

 

يجوز لها ذلك ما لم يثبت ضرر ذلك طِبِّيًّا، والأَوْلى والأفضل تركه؛ لأن وقوف المرأة المسلمة مع مراد الله تعالى، وخضوعها لما قدَّره الله عليها من الحيض، ووجوب الإفطار أثناءه، وقضاءها لِمَا أفطرته بعد ذلك، أثْوَب لها وأعظم أجرًا.

 

Dapatkan subsidi hingga 100juta: https://pasca.staima-alhikam.ac.id/berita-pendaftaran-mahasiswa-baru.html

 

Boleh bagi wanita meminum obat penunda haid selama menurut medis tidak ada dampak negatif pada jasmani. Dan yang lebih utama adalah meninggalkannya (tidak minum obat penunda haid) karena wanita muslimah yang patuh pada kehendak Allah dan menerima haid sebagai kodrat kewanitaan, tidak puasa saat datang haid di tengah puasa, dan mengganti puasa yang ditinggal karena haid itu lebih berpahala dan balasan yang lebih besar.

 

Kesimpulan. Boleh menunda haid dengan meminum obat untuk bisa maksimal melaksanakan puasa selama menurut medis tidak berdampak negatif pada jasmani. Tetapi yang utama tidak meminum obat dan menerima kodratnya, hal itu jika memang niatnya ingin maksimal dalam ibadah, maka akan mendapat pahala yang lebih baik di sisi Allah Subhanahu wa Ta'ala. Wallahu A'lam


Tulis Komentar

Tuliskan Komentar anda dari akun Facebook Anda