Meraih Keseimbangan Melalui Ekonomi Islam

By admin 14 Apr 2021, 11:51:22 WIB Artikel Dosen
Meraih Keseimbangan Melalui Ekonomi Islam

Ngaji Ramadhan 3:

Meraih Keseimbangan Melalui Ekonomi Islam

Jodang Setia Adi Anista.R.S.Pd. M.E

(Dosen STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang)

 

Kebutuhan manusia yang komprehensif menunjukan manusia memiliki beragam keinginan yang berbeda satu sama lainnya, dengan demikian manusia sangat memerlukan satu sama lainnya sebagai pemenuhan kebutuhan hidup, bahwa dapat diketahui banyaknya keinginan yang ingin dicapai sebagai kelengkapan untuk menunjang kehidupan.

 

Disinilah manusia memiliki potensi untuk menguasai sumberdaya secara bijaksana, dengan cara melakukan aktifitas kerja maka seseorang akan  mendapatkan hasil dari apa yang dikerjakan. Kerja adalah bentuk aktualisasi dan nilai-nilai keyakinan dalam hati. Nilai yang kita yakini sebagai makna hidup akan melahirkan cara kita hersikap dan bertingkah laku. Penghayatan terhadap nilai, makna hidup, pengalaman, dan pendidikan dapat diarahkan untuk menciptakan etos kerja profesional dan akhlak yang baik. Bekerja memang kewajiban setiap manusia dangan bekerja manusia dapat memenuhi kebutuhannya, akan  tetapi selain bekerja ibadah juga tidak kalah pentingnya kedua hal tersebut harus sejalan tanpa meninggalkan ibadah.

 

Islam sangat mendorong umatnya untuk mengutamakan ibadah lebih dari segalanya. Bukan berarti muslim dilarang untuk melakukan kegiatan diluar itu. Aktivitas mencari nafkah harus seimbang dengan kegiatan ibadah, muslim seharusnya tidak terlalu fokus kepada bisnis hingga melalai ibadah. Disini Islam mengajarkan kita untuk menjaga keseimbangan keseimbangan yang dimaksud adalah untuk memenuhi kebutuhan jasmani dan rohani agar tidak berat sebelah. Islam tidak hanya sekedar kepercayaan, namun jalan hidup dalam berbagai aspek. Ajaran islam mencakup tentang konsep ideal dalam aspek sosial, ekonomi, dan politik. Konsep ideal tersebut tercantum lengkap dalam hukum islam disebut syariah. Aturan syariah memiliki jalan penyelesaian atas segala permasalahan kehidupan.

 

Kehidupan manusia telah berjalan dalam beberapa aktivitas mencari kebutuhan dan mengeluarkan kebutuhan maka dari itu halini dalam ekonomi dikatakan sebagai siklus ekonomi yang secara tidak sengaja berjalan sesuai dengan potensinya masing-masing, maka disini kita diajarkan untuk menyeimbangkan antara kebutuhan dan pengeluaran. Kegiatan ekonomi Islam harus didasarkan pada prinsip keseimbangan. Keseimbangan yang dimaksudkan bukan hanya berkaitan dengan keseimbangan antara kebutuhan duniawi dan ukhrawi, tapi juga berkaitan dengan keseimbangan kebutuhan individu dan kebutuhan kemasyarakatan (umum). Islam menekankan keselarasan antara lahir dan bathin, individu dan masyarakat. Kesejahteraan manusia telah menjadi tujuan seluruh masyarakat.

 

   DAFTAR DAN KULIAH S2 GRATIS KLIK DISINI

Keseimbangan dalam arti kita diajarkan untuk membagi beberapa kegiatan yang menjadi siklus dalam aktivitas sehari-hari kita, agar semua bisa terlampaui sesuai dengan jalurnya, hal ini sangat sederhana sekali sebagaiaman yang dicontohkan Rasul dengan contoh yang sangat sederhana dan klasik, Nabi dapat menegaskan soal- soal ekonomi dalam bagiannya;

  1. Mencari dan mengumpulkan kayu bakar berarti berusaha menambah produksi.
  2. Berusaha menjualnya berarti mengerjakan distribusi (pembagian).
  3. Memakannya berarti memenuhi konsumsi (pemakaian).
  4. Menyedekahkan kepada orang lain berarti mengerjakan rencana sosial.

 

Kegiatan memperoduksi sebagai manusia adalah bekerja untuk memenuhi kebutuhan yang dicita-citakan sebagai harapan untuk mengejar kesejahteraan untuk dirinya dan keluarganya, agar kita bisa berkembang dan melangsungkan hidupnya.

 

Kegiatan kedua adalah kegiatan dimana pendistribusian hal ini bisa kita lakukan  untuk mengambangkan aset atau usaha kita yang memiliki nilai jual sehingga kita akan mendapatkan keuntungnan dari apa yang telah kita usahakan dengan jual beli, ini adalah sebuah kegiatan yang mengatur siklus kehidupan manusia dengan mengajarkan untuk berusaha dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.

 

Kegiatan memakan adalah kegiatan untuk meneruskan kehidupan kita, ini menjadi factor kebutuhan yang sangat penting agar kita memiliki energi dan bisa melakukan kegiatan-kegiatan yang dapat menghasilkan sperti produksi dan distribusi, sebagian yang bisa kita makan adalah menjadi keutungan yang dapat kita nikmati untuk diri sendiri.

 

Kegiatan keempat kita diajarkan dalam bersosial, yaitu memberikan sebagian apa yang telah kita miliki, dengan memberi perhatian kepada orang lain, disinilah akan timbul kepekaan kita sebagai manusia untuk saling merasakan berbagi dan bersaudara,  kegiatan ini bisa kita lakukan dengan sodaqho, infaq, amal dan zakat, melihat kondisi yang kita alami sperti ini dalam masa pandemic akibat covid 19, jika kegiatan sodaqho lebih kita galakan dengan ikhlas maka saudara-saudara kita yang memiliki potensi pendapatan lebih rendah akan terasa ada tambahan kebutuhan dari kita-kita yang memiliki potensi pendapatan lebih banyak dari mereka, oleh karena itu yang  terpenting adalah membangun kesadaran untuk berbuat social dengan sesama, contoh sederhana yang Rasul lakukan sangat seimbang sekali untuk siklus kehidupan kita untuk mengatur kegiatan perekonomian kita, untuk mengejar cita-cita kita bahkan untuk sama-sama peduli dengan saudar-saudara kita, keempat kegiatan yang sederhana tersebut jika terlaksana maka tidak hanya dunia saja yang kita peroleh akan tetapi amal shaleh yang akan kita bawa sebagai bekal juga terlaksana.

 

 

 

 

 

Daftar Pustaka

 

Abidin , Akmal dan Zainal,. Korelasi Antara Islam dan Ekonomi. Jurnal Penelitian, n  

               Vol. 9, No. 1, Februari 2015

 

Abdain. Peran Sistem Ekonomi Islam Dalam Menanggulangi Tingkat Kesenjangan

             Sosial. Jurnal Muamalah: Volume IV, No 2 Agustus 2104

 

Santoso, Eko Jalu. Good Ethos. PT. Alex Media Komputindo.Jakarta.2012

                                                                                           

 


Tulis Komentar

Tuliskan Komentar anda dari akun Facebook Anda