EKSPRESI PERPISAHAN DENGAN RAMADHAN

By admin 08 May 2021, 21:33:23 WIB Artikel Ilmiah
EKSPRESI PERPISAHAN DENGAN RAMADHAN

Ngaji Ramadhan 27:

EKSPRESI PERPISAHAN DENGAN RAMADHAN

Syamsul Arifin

Mahasiswa Pascasarjana STAIMA Al-Hikam Malang

 

Tinggal beberapa hari saja ramadhan akan meninggalkan kita, tahun depan ramadhan InsyaAllah akan kembali, tapi tidak ada satupun jaminan kalau kita bisa bertemu dengan ramadhan entah karena sakit, meninggal, atau sebab-sebab lainnya. Harapan besar kita semoga masih dipertemukan kembali dengan ramadhan dalam keadaan sehat wal afiat.

Hamba yang bertakwa tentunya sangat berat dengan jelang berlalunya ramadhan karena seorang yang hatinya sudah menyatu dengan ramadhan tentunya berat menghadapi perpisahan dengan ramadhan, ibarat seseorang yang sudah jatuh cinta maka sulit dan berat untuk dipisahkan.

Ketika ramadhan berlalu, hamba yang benar-benar menyatu dengan ramadhan sudah pasti tidak jauh berbeda melakukan amalan-amalan yang ada di bulan ramadhan. Kebiasaan di bulan ramadhan tentunya mudah diaplikasikan pada sebelas bulan sesudahnya.

Seseorang yang keluar ramadhan kemudian tidak mampu untuk mempertahankan amaliah ramadhan atau bahkan perbuatannya bertambah buruk, hal ini yang paling ditakuti. Harapannya setelah berlatih satu bulan penuh akan membentuk kebiasaan yang positif. Ibarat pemain sepakbola ketika selesai berlatih seyogyanya gaya bertandingnya juga semakin baik, jika tidak semakin baik dapat diartikan latihan tersebut gagal.

 

  KULIAH S1 STAIMA AL-HIKAM

 

Ketika mampu mempertahankan kebaikan di bulan ramadhan minimal sebagian meskipun tidak mampu secara keseluruhan, ibarat seseorang berburu binatang yang bergumul di depan mata kemudian tidak berhasil memburunya, juga seseorang yang belanja disebuah pertokoan dengan diskon besar-besaran kemudian pulang tidak mendapat apa yang dibeli tentunya sangat merugi.

Bagaimana Ekspresi Ketika Berpisah dengan Ramadhan?

Perpisahan dengan ramadhan benar-benar membuat sedih seorang mukmin. Ibnu Rajab Al-Hambali berkata dalam kitab Latha'if al-Ma'arif halaman 381:

كيف لا تجرى للمؤمن على فراقه دموع وهو لا يدري هل بقي له في عمره إليه رجوع.

 

"Bagaimana bisa seorang mukmin tidak meneteskan air mata ketika berpisah dengan ramadhan, sedangkan ia tidak tahu apakah masih ada sisa umurnya untuk berjumpa kembali.

Para ulama juga selalu berdoa supaya dipertemukan dengan ramadhan dan juga berdoa dengan sungguh-sungguh supaya amalnya diterima oleh Allah SWT. Sebagaimana keterangan dalam kitab Latha'if al-Ma'arif 369

  DAFTAR DAN KULIAH S2 GRATIS KLIK DISINI

قال بعض السلف: كانوا يدعون الله ستة أشهر أن يبلغهم شهر رمضان، ثم يدعون الله ستة أشهر أن يتقبله منهم.

Sebagian ulama salaf berkata: "Mereka berdoa selama enam bulan dengan harapan disampaikan oleh Allah SWT pada bulan ramadhan, kemudian mereka berdoa selama enam bulan agar Allah SWT berkenan menerima amal dari mereka".

Tak kalah penting para ulama mengingatkan kita untuk memperbanyak bertaubat, karena kalau kita mendapati ramadhan dosa kita tidak terampuni maka masih menunggu bulan apa lagi supaya kita diampuni.

فلما كثرت أسباب المغفرة في رمضان كان الذي تفوته المغفرة فيه محروما غاية الحرمان

 

"Karena sebab-sebab diampuni dosa sangat banyak di bulan ramadhan, maka orang yang terhalang dari ampunan di bulan tersebut maka benar-benar sangat terhalang". Latha'if al-Ma'arif 371

Semoga di penghujung ramadhan tahun 2021 ini, Allah SWT menerima amal kita dan mempertemukan kembali dengan ramadhan yang akan dating, dan semoga Allah SWT mengampuni semua dosa-dosa kita, aamiin.

 


Tulis Komentar

Tuliskan Komentar anda dari akun Facebook Anda