BERKUMUR SAAT BERPUASA

By admin 04 May 2020, 11:13:17 WIB Artikel Ilmiah
BERKUMUR SAAT BERPUASA

Ngaji Ramadhan 12

 

BERKUMUR SAAT BERPUASA

 Syamsul Arifin

Mahasiswa Pascasarjana STAIMA Al-Hikam Malang

Banyak para jama'ah yang menanyakan bagaimanakah hukumnya berkumur dan memasukkan air pada hidung (istinsyaq) bagi orang yang sedang berpuasa. Padahal berkumur dan istinsyaq merupakan kesunnahan dalam berwudhu dan di sisi lain dihawatirkan sampai tertelan atau masuk rongga hidung.

 

Dalam hal ini para ulama' menjelaskan bahwa berkumur dan istinsyaq sangat dianjuarkan dengan keras pada saat berwudhu bagi orang yang tidak berpuasa. Adapaun bagi orang yang berpuasa boleh atau tetap dianjurkan berkumur dan istinsyaq tapi dengan lembut serta pelan dan tidak berlebihan. Apabila dikeraskan atau berlebihan maka hukumnya makruh

 

وقوله: لمفطر خرج الصائم فلا يبالغ خشية الإفطار، ومن ثم كرهت له - اعانة الطالبين

 

Mengeraskan (berlebihan) berkumur dan istinsyaq sunnah kecuali bagi yang berpuasa, maka tidak mengeraskan hawatir merusak puasa, oleh karenanya makruh hukumnya. (I'anah al-Thalibin)

 

 Dapatkan subsidi hingga 100juta: https://pasca.staima-alhikam.ac.id/berita-pendaftaran-mahasiswa-baru.html

 

Bahkan sebagian ulama menghukumi haram jika berkumur dan istinsyaq berlebihan, sebagian mengatakan makruh dan bahkan tidak sunnah sebagaimana keterangan dalam kitab Kifayah al-Akhyar berikut:

 

فرع يستحب المبالغة في المضمضة والاستنشاق لغير الصائم وأما الصائم فقيل يحرم في حقة قاله القاضي أبو الطيب وقيل يكره قال البندنيجي وغيره وقيل تركها مستحب قاله ابن الصباغ والله أعلم - كفاية الأخيار

 

(Cabang) Disunnahkan mengeraskan berkumur dan istinsyaq bagi yang tidak berpuasa. Adapun orang yang berpuasa ada yang menghukumi haram baginya menurut Qadhi Abu Thayib, ada yang menghukumi makruh menururut Albandaniji dan lainnya, bahkan ada yang menghukumi dianjurkan untuk meninggalkannya menurut Ibnu Shibagh. Allah Maha Mengetahui.

 

Kesimpulan: Jika memang tidak diperlukan maka jangan berkumur atau istinsyaq. Adapun kalau diperlukan seperti saat berwudhu maka silahkan dilakukan dengan lembut dan pelan agar tidak sampai merusak puasa jika tertelan. Wallahu A'lam


Tulis Komentar

Tuliskan Komentar anda dari akun Facebook Anda