Belajar Kerja dari Ramadhan

By admin 24 Apr 2021, 15:48:44 WIB Artikel Dosen
Belajar Kerja dari Ramadhan

Ngaji Ramadhan 13

Belajar Kerja dari Ramadhan

Jodang Setia Adi Anista R,S.Pd. M.E

Setiap organisasi baik perusahaan, lembaga pendidikan dan instasi lainnya sangat mengharapkan sumberdaya manusia yang unggul untuk mengembangkan dan mengolah instalasi tersebut, untuk itu diperlukan sumber daya manusia yang unggul dalam mengolah dan berperan sebagai penggerak jalannya organisasi.

Oleh karena itu, untuk menciptakan etos kerja yang diharapkan salah satunya adalah dengan menumbuhkan pandangan yang positif tentang kerja, diantaranya adalah pekerjaan yang dilakukannya sangat menyenangkan bukan merupakan beban sehingga bekerja dilakukan dengan ikhlas, bekerja dengan sungguh- sungguh bahkan menyukai pekerjaannya.

Maka mencitai pekerjaan ini adalah langkah awal dalam meningkatkan etos kerja kita, sehinga akan melahirkan disiplin dan rasa tanggung jawab, orang yang mencintai pekerjaanya biasanya terlihat dari datang ditempat kerjanya lebih awal dari jam yang telah ditentukan ditempat kerja, orang yang seperti ini tidak memperhitungkan waktu tapi terfokus pada tanggung jawabnya yang diemban.

Mencintai pekerjaan adalah langka awal untuk mengembangkan potensi seseorang, etos kerja yang baik dapat ditunjukkan melalui sikap empati dan toleransi pada lingkungan pekerjaan. Apabila seseorang mau mencintai pekerjaannya dengan tulus, maka dia akan menjadi pribadi yang kaya hati dan mudah melayani orang lain dengan perasaan bahagia. Cinta pekerjaan akan memperkaya ide dan kratifitas seseorang.

Sebuah kata mutiara “Tanpa bekerja, semua kehidupan akan membusuk. Tetapi ketika bekerja tanpa jiwa, maka kehidupan akan tercekik dan mati" (Albert Camus). Bekerja dengan jiwa akan mendorong kehidupan kita lebih berarti tidak hanya berbekal tenaga dan fikiran akan tetapi jiwa memerlukan peranan yan penting dalam mengaplikasikan kerja kita, semua yang diawali dari jiwa maka tanggung jawab kita akan menjadi maksimal dan focus bukan menghitung untung dan rugi, ada beberapa hal untuk mendidik jiwa kita sebagai pekerja yang baik. 

Petama bekerja adalah Rahmat:  Maka dalam bekerja kita harus tulus dan bersyukur  kita akan merasakan apa yang kita perbuat dan seberapa pun yang kita dapat akan kita rasakan dengan puas akhirnya kita akan sadar rizki yang kita dapat cukup untuk kebutuhan kita.

Kedua Kerja adalah amanah: Bekerja benar penuh tanggung jawab Amanah melahirkan sebuah sikap tanggung jawab, dengan demikian maka tanggung jawab harus ditunaikan dengan baik dan benar bukan sekedar formalitas, hal ini bisa kita lakukan dengan disiplin memperhatikan aturan kerja yang telah kita sepakati.

Ketiga Kerja adalah ibadah: Bekerja serius penuh kecintaan segala pekerjaan yang kita terima harus disyukuri dengan sepenuh hati, seberat apapun beban pekerjaan seseorang, berapapun gaji yang didapatkan, dan apapun posisi yang dipegang akan memberikan nilai moril dan spirituil yang berbeda jika semua didasari dengan cinta. Jadi bekerja serius penuh kecintaan akan melahirkan pengabdian serta dedikasi terhadap pekerjaan.

Keempat Kerja adalah kehormatan: Bekerja tekun penuh keunggulan kehormatan diri bisa didapatkan dengan bekerja karena dengan melalui pekerjaan maka seseorang dihormati dan dipercaya Rasa hormat yang terbentuk dalam diri seseorang akan menumbuhkan rasa percaya diri yang akan meningkatkan keinginan untuk bekerja lebih tekun.

Kelima Kerja adalah aktualisasi: Bekerja keras penuh semangat Aktualisasi merupakan kekuatan yang dipakai untuk mengubah potensi menjadi realisasi. Tujuan dari sikap aktual ini adalah agar seseorang terbiasa bekerja keras dan selalu tuntas untuk mencapai mimpi dan keinginannya

Jika jiwa kita sadar akan perintah kerja maka kita akan berkembang sesuai dengan potensi diri kita, sebagaimana pelajaran di bulan ramadhan ini, kita berpusa diawali dengan niat dan menjalankan puasa dengan memperhatikan hal-hal yang membatalkan puasa, ini bisa dijadikan pelajaran bagi kita untuk bekerja diawali dengan niatan dan kita perhatikan aturan-aturan yang merugikan dunia kerja kita, maka disitulah akan terbentuk profesionalisme kerja kita.

Semoga bermanfaat, aamiin

DAFTAR DAN KULIAH S2 GRATIS KLIK DISINI

 Klik disini Follow Akun Instagram kami

 AKSES JUGA YOUTUBE CHANEL KAMI KLIK DISINI


Tulis Komentar

Tuliskan Komentar anda dari akun Facebook Anda