EKONOMI RAMADHAN

By admin 30 Apr 2021, 13:43:23 WIB Artikel Dosen
EKONOMI RAMADHAN

Ngaji Ramadhan 19:

EKONOMI RAMADHAN

Jodang Setia Adi Anista R.S.Pd, M.E

Bulan Ramadhan bulan dimana segala jam aktifitas kerja dikurangi, hal ini mengingat kondisi seseorang ketika berpuasa tidak sama dengan kondisi   puasa, jam kerja diinstalasi juga berkurang, penurunan jam kerja digunakan untuk menambah jam bersosialisi dengan keluarga, teman, dan kerabat. Pergeseran penggunaan jam ini dapat meningkatkan kebahagiaan masyarakat.

Banyak perubahasn yang dilakukan masyarakat ketika puasa, pola belanja masyarakat lebih banyak belanja untuk kebutuhan makanan, hal ini akan meningkatkan jumlah permintaan akan suatu barang yang beredar. Diiringi dengan budaya buka bersama, takjil di masjid maka akan membuka peluang bisnis nasi kotak untuk disajikan di masjid, disaat inilah bisnis makanan mulai banyak permintaan.

 

DAFTAR DAN KULIAH S2 GRATIS KLIK DISINI

 

Banyak tradisi-tradisi yang dibangun di bulan Ramadhan, kebersamaan, social dan tolong-menolong menjadi hal yang menyenangkan, berkumpul keluarga dengan berbuka bersama menjadai priorotas, selain itu tradisi mudik yang dilakukan setiap menjelang hari raya hal ini akan meningkatkan para pengusaha travel.

Tradisi masyarakat mendorong hidupnya para pengusaha, penjualan tiket,  hotel, jasa transportasi, makanan, minuman serta penjualan oleh-oleh, bengkel mobil, toko-toko baju, penukaran uang baru,  semuanya memberikan efek ekonomi berantai.

Banyak juga dibeberapa daerah baik desa maupun perkotaan masyarakat ramai-ramai membenahi dan memperindah rumahnya, sampai perabot-perabot semua diganti, Produktivitas menurun, tetapi perdagangan dan konsumsi meningkat melebihi penurunannya sehingga secara keseluruhan perekonomian bergerak, dan yang paling penting kebahagiaan masyarakat meningkat.

Sepanas-panasnya situasi politik ketika bulan ramadhan semua terasa sejuk. Kebaikan demi kebaikan berkembang menenggelamkan keburukan-keburukan. Kebesaran dan kelapangan jiwa mulai menggantikan kesempitan dan kekerdilan jiwa. Kemurahan hati dan kedermawanan mengisi relung-relung kosong kekikiran dan ketamakan.

 

 KULIAH S1 STAIMA AL-HIKAM

 

Ramadhan jelas bukan sekadar ritual ibadah memperbanyak shalat Tarawih dan mengkhatamkan Alquran. Ramadhan memberikan dampak ekonomi yang besar menggerakkan kembali perekonomian, semua umat islam memiliki peran sesuai dengan posisinya, sebagai produsen sebagai konsumen dan sebagai distribusi semua hidup bersama.

Jika di lihat dari kaca mata ekonomi nilai konsumsi masyarakat bertamah, bertambahnya nilai konsumsi ini bukan hal yang mubadzir, gaya hidup masyarakat berubah dengan baik, banyak pakaian yang akan dibeli menyambut hari raya, semua peran bergerak mengarah pada hal yang positif, nilai investasi dalam bentuk peduli sesama, saling memberi sebagai investasi akhirat kalak, pelajaran yang sangat Indah ketika Ramadhan semua energi kita terfokus untuk ibadah, puasa akan membentuk pribadi yang memiliki rasa sosial dan empati. Disini terlihat peningkatan ibadah kita seimbang dengan peningkatan amaliah seseorang semoga ini bisa berlanjut sampai tahun tahun berikutnya.

 

   AKSES YOUTUBE CHANEL PASCASARJANA


Tulis Komentar

Tuliskan Komentar anda dari akun Facebook Anda