BISAKAH WANITA HAID MENDAPATKAN KEUTAMAAN LAILATUL QADAR?

By admin 05 May 2021, 22:22:32 WIB Artikel Ilmiah
BISAKAH WANITA HAID MENDAPATKAN KEUTAMAAN LAILATUL QADAR?

Ngaji Ramadhan 24

BISAKAH WANITA HAID MENDAPATKAN KEUTAMAAN LAILATUL QADAR?

Syamsul Arifin

Mahasiswa Pascasarjana STAIMA Al-Hikam Malang

Salah satu yang sangat diinginkan orang muslim baik laki-laki maupun perempuan ialah berjumpa dengan lailatul qadar di mana kebaikannya lebih baik dari pada seribu bulan, yaitu beramal shaleh pada malam tersebut lebih baik dari pada beramal shaleh seribu bulan yang tidak ada lailatul qadar.

Permasalahannya adalah jika wanita sedang berhalangan misalkan sedang datang bulan, apakah masih bisa mendapat lailatul qadar? Jawabannya adalah bisa. Penulis kutip dari penjelasan Imam Ibn Rajab al-Hanbaly dalam kitabnya Latha'if al-Ma'arif halaman 341 sebegai berikut

 DAFTAR DAN KULIAH S2 GRATIS KLIK DISINI

 

ﻗﺎﻝ ﺟﻮﻳﺒﺮ: ﻗﻠﺖ ﻟﻠﻀﺤﺎﻙ: ﺃﺭﺃﻳﺖ اﻟﻨﻔﺴﺎء ﻭاﻟﺤﺎﺋﺾ ﻭاﻟﻤﺴﺎﻓﺮ ﻭاﻟﻨﺎﺋﻢ ﻟﻬﻢ ﻓﻲ ﻟﻴﻠﺔ اﻟﻘﺪﺭ ﻧﺼﻴﺐ؟ ﻗﺎﻝ: ﻧﻌﻢ ﻛﻞ ﻣﻦ ﺗﻘﺒﻞ اﻟﻠﻪ ﻋﻤﻠﻪ ﺳﻴﻌﻄﻴﻪ ﻧﺼﻴﺒﻪ ﻣﻦ ﻟﻴﻠﺔ اﻟﻘﺪﺭ

Juwaibir berkata: Saya mengatakan kepada Dhahhak "Apakah anda melihat mereka wanita-wanita sedang nifas, haid, musafir, dan orang yang sedang tidur mendapat bagian dari lailatul qadar?" Dhahhak berkata "Iya, setiap yang amalnya diterima oleh Allah SWT, maka Allah SWT akan memberikan kepadanya bagiannya dari lailatul qadar".

Amalan apa yang dilakukan?

Bahwa wanita haid, nifas pada umumnya tidak boleh melakukan shalat, membaca al-Qur'an dan membawanya, akan tetapi wanita haid atau nifas masih diperbolehkan untuk memperbanyak dzikir dan memanjatkan do'a-do'a umum yang bukan dari al-Qur'an. Misalkan do'a berikut:

اللهم إنك عفو تحب العفو فاعف عني

"Ya Allah, sesungguhnya engkau maha pengampun, suka mengampuni, maka ampunilah aku".

Penulis kutip dari kitab Raudhatu at-Thalibin wa 'Umdatu al-Muftin karya Imam An-Nawawi yang wafat 676 H

    KULIAH S1 STAIMA AL-HIKAM

Pada malam tersebut (lailatul qadar) dianjurkan untuk memperbanyak ucapan "Ya Allah, sesungguhnya engkau maha pengampun, suka mengampuni, maka ampunilah aku".

Wanita haid, di samping memperbanyak memanjatkan do'a, diperbolehkan memperbanyak dzikir-dzikir seperti istighfar, shalawat, tasbih, tahmid, takbir, tahlil dan dzikir umum lainnya yang bukan dari al-Qur'an.

Amalan lain bagi wanita haid tak kalah penting ialah melakukan aktifitas sosial yang bernilai ibadah misalkan membuatkan jamuan untuk orang yang sedang tadarrus al-Qur'an, bersedekah, memperhatikan tetangga yang sedang kesulitan, hal-hal tersebut jika diniati dengan ikhlas maka Allah SWT bisa saja menjadikan bagian dari menghidupkan lailatul qadar. Penulis kutip lanjutan penjelasan dalam kitab Latha'if al-Ma'arif di atas sebagai renungan

 

ﺇﺧﻮاﻧﻲ اﻟﻤﻌﻮﻝ ﻋﻠﻰ اﻟﻘﺒﻮﻝ ﻻ ﻋﻠﻰ اﻻﺟﺘﻬﺎﺩ ﻭاﻻﻋﺘﺒﺎﺭ ﺑﺒﺮ اﻟﻘﻠﻮﺏ ﻻ ﺑﻌﻤﻞ اﻷﺑﺪاﻥ ﺭﺏ ﻗﺎﺋﻢ ﺣﻈﻪ ﻣﻦ ﻗﻴﺎﻣﻪ اﻟﺴﻬﺮ ﻛﻢ ﻣﻦ ﻗﺎﺋﻢ ﻣﺤﺮﻭﻡ ﻭﻛﻢ ﻣﻦ ﻧﺎﺋﻢ ﻣﺮﺣﻮﻡ ﻧﺎﻡ ﻭﻗﻠﺒﻪ ﺫاﻛﺮ ﻭﻫﺬا ﻗﺎﻡ ﻭﻗﻠﺒﻪ ﻓﺎﺟﺮ.

 

Saudaraku, yang dianggap adalah diterimanya amal, bukan hanya semata atas dasar usaha. Dan yang diperhitungkan adalah sebab kebaikan-kebaikan hati dan bukan semata amal jasmani. Banyak orang beribadah di malam hari dan hanya dapat kepayahan dan banyak orang beribadah malam hari tapi terhalang dari kebaikan. Banyak orang tidur yang dirahmati Allah SWT badan tidur dan hatinya berdzikir, dan yang ini beribadah malam tapi hatinya penuh keburukan.

Wallahu A'lam bil Shawab

 

    AKSES YOUTUBE CHANEL PASCASARJANA


Tulis Komentar

Tuliskan Komentar anda dari akun Facebook Anda