BELAJAR SURAT SAPI

By admin 13 Apr 2021, 15:43:12 WIB Artikel Dosen
BELAJAR SURAT SAPI

NGAJI RAMADHAN 2:

 

BELAJAR SURAT SAPI

Rahmatullah

(Dosen Pascasarjana STAIMA Al-Hikam Malang)

 

Sebagai makhluk yang memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, manusia diharapkan terus belajar dan belajar serta mengekploitasi segala sesuatu yang telah Allah ciptakan. Belajar memiliki arti berusaha dan berlatih memperoleh kepandaian atau ilmu, dengan belajar maka diharapkan ada perubahan tingkah laku atau tanggapan yang disebabkan oleh pengalaman dan sejarah hidup manusia yang telah lampau (Kamus Besar Bahasa Indonesia).

 

Belajar kepada Surat Sapi yang dimaksud penulis adalah mari belajar kepada surat al-Baqarah, sebagai surat kedua setelah surat al-Fatihah. Surat ini masuk kategori surat madinah yang turun selama kurang lebih 10 tahun dan menjadi surat terpanjang diantara beberapa surat yang lain. Surat al-Baqarah memiliki beberapa keutamaan yakni, syaithan tidak masuk kerumah yang didalamnya dibacakan surat ini, menjadi payung dipadang makhsar, tukang sihir tidak dapat menguasai, dan lain-lain.

 

Surat sapi ini memuat berbagai hal baik yang berkaitan dengan karakter manusia dibahas disini, sehingga jika Anda ingin mengetahui karakteristik orang-orang yang beriman, bertakwa, kafir dan munafik, bacalah surat ini. Surat ini juga berisi tasyri’ (aturan-aturan hukum), kekuasaan Allah, penciptaan Nabi Adam, pelanggaran bani Israel, fir’aun, Nabi Musa, dan lain-lain.

 

Tidak asing lagi bagi kita kalau surat ini dinamai surat al-Baqarah karena kisah seekor sapi yang dipilih untuk menghidupkan kembali orang yang mati terbunuh dikalangan bany Isra’il pada masa Nabi Musa AS. Ayat pertama dari surat ini berbunyi alif lam mim, yang banyak pendapat ulama tentang maknanya hingga terjadi perbedaan sampai dengan hanya Allah-lah yang mengetahui akan makna ayat tersebut. Penulis tidak akan mengulas tentang dua hal ini, akan tetapi penulis akan lebih fokus kepada ayat kedua yang berbunyi:

 

 

  ذٰلِكَ الْكِتٰبُ لَا رَيْبَ ۛ فِيْهِ ۛ ھُدًى لِّلْمُتَّقِيْنَ.

 

Zaalikal Kitaabu laa raiba fiih; hudal lilmuttaqiin.

Itulah al-Kitab, tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi orang-orang bertakwa.

  DAFTAR DAN KULIAH S2 GRATIS KLIK DISINI

Dari beberapa kajian yang dilakukan oleh Penulis terhadap ayat ini, disebutkan dalam kitab Tafsir Al Misbah bahwa hudan/petunjuk tidak hanya mengandung makna memberi petunjuk tapi al-qur’an adalah perwujudan dari petunjuk itu sendiri. Guna memperoleh petunjuk atau hidayah, maka hendaklah ia datang kepada al-qur’an dengan hati yang bersih lagi tulus sehingga dapat membuka rahasia dan cahaya al-Qur’an.

 

Lebih lanjut dalam tafsir An-Nuur dijelaskan bahwa makna hudal lil muttaqiin adalah petunjuk dan penuntun menuju jalan yang benar. Sedangkan penjelasan dalam kita tafsir munir dikatakan bahwa kata dzalika dipakai untuk menjunjung tinggi derajat al-quran. Al-Qur’an adalah kitab yang sempurna dan tidak memiliki keraguan sedikit-pun serta menjadi sumber hidayah bagi orang-orang beriman.

 

Oleh karenanya, jika Anda merasa beriman, maka bacalah Al-Qur’an. Bacalah walau satu ayat setiap hari. Gunakan aplikasi al-Qur’an yang memudahkan Anda untuk mengakses al-Qur’an.

 

Mari kita mulai berniat untuk terus belajar memperbaiki dari khususnya dibulan Ramadhan ini.Semoga Allah memberi kita hidayah, taufiq dan inayahnya serta mempermudah kita membaca al-Qur’an, aamiin

 


Tulis Komentar

Tuliskan Komentar anda dari akun Facebook Anda